Some sort of Plan July 5, 2009
Posted by kub0taku in : Uncategorized , comments closedMoving forward.. July 4, 2009
Posted by `KeN` in : Uncategorized , comments closedKonsistensi untuk Perubahan July 4, 2009
Posted by Jay in : Uncategorized , comments closed
Artikel ini saya persembahkan kepada guru, sahabat, ayah, kakak saya, seorang murrabi Indonesia, Arif Munandar, S.E, M.E. Seseorang yang bagi anak-anak PPSDMS angkatan 4 merupakan seseorang yang luar biasa dan tidak perlu dipertanyakan lagi kontribusinya, seseorang yang mempunyai cita-cita tinggi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Terima kasih atas segala kontribusi Abang dalam membentuk kami selama ini. Tulisan inipun lahir dari buah-buah kalimat Bang Arief yang masih terngiang dalam ingatan saya, ingin share ke teman-teman lainnya semoga bisa membawa kebermanfaatan lebih.
Masih ingat tulisan saya mengenai organisasi yang hanya ikut-ikutan dan menjalankan proker merupakan sebuah kerja bakti bukan berorganisasi? Yak betul seseorang dikatakan telah mendapatkan esensi dari berorganisasi sendiri apabila ia bisa membawa perubahan pada organisasi yang ia masuki, sebuah perubahan mengarah kepada perbaikan, baik sistem maupun kultural. Kemudian bagaimana cara menegakkan sebuah perubahan menuju kondisi yang lebih baik? Ada satu kunci yang mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit untuk diterapkan oleh kita, ia adalah konsistensi. Perubahan tidak akan pernah terwujud tanpa adanya kinsistensi.
Kekuatan sebuah Konsistensi
Dengan sistem sesempurna apapun ataupun sekumpulan orang-orang terbaikpun takkan bisa mewujudkan suatu perubahan tanpa adanya konsistensi ini. Sebagai contoh, dengan adanya konsistensi untuk terus belajar serius sepanjang smester, maka seorang pelajar akan bisa meraih prestasi memuaskan di akhir smester, dengan konsistensi selalu berinovasi dan kredibilitas tinggi, maka seorang bussinessman akan bisa membawa bisnisnya mengarungi samudera persaingan dan kesulitan, dengan konsistensi memberi perhatian, maka sesorang akan bisa menaklukan hati orang lain, dengan konsistensi merawat dan memberi kasih sayang, seorang ibu bisa menjadi orang yang paling dicintai oleh anaknya, dan dengan konsistensi perjuangan menyebarkan Islam dan pembinaan kepada para pengikutnya, Nabi Muhammad SAW dapat membawa penduduk Arab dari masa jahiliah menuju masa keemasan lewat jalan Islam.
Konsistensi dan sebuah Pengorbanan
Sebuah konsistensi bukanlah sebuah ramuan mujarab yang sekali minum maka segala permasalahan terselesaikan, konsistensi adalah sebuah proses panjang penuh pengorbanan! Kebanyakan dari kita memang memiliki visi besar untuk melakukan perubahan, tapi semangat dan gairahnya hanya bertahan beberapa waktu, kalau istilah yang bang Arief pernah katakan, “hangat-hangat tai ayam”. Namun selanjutnya kita akan kembali pada situasi yang terdahulu. Kita (termasuk saya) selalu bernafsu membuat perubahan besar pada diri kita, entah ingin meraih prestasi di smester berikutnya, mengubah kebiasaan buruk kita, memperbaiki hafalan Quran, belajar bahasa asing, atau menambah skill tertentu, tapi senantiasa terhambat di tengah jalan karena kita tidak konsisten. Di awal kita memang semangat, tapi selanjutnya kita mulai terlarut kembali pada euforia kebiasaan lama kita.
Penyebab kita tidak konsisten
Berdasarkan pengalaman saya konsistensi itu sulit diraih karena kita yang menetapkan terget melebihi kapasitas diri kita. Sebuah perubahan tidak akan serta merta terjadi semudah membalikkan kedua telapak tangan. Lihat saja Rasulullah sebelum memiliki banyak pengikut, sepuluh tahun pertama Ia mati-matian berjuang mengumpulkan sahabat-sahabat dan membina mereka sehingga mereka mempunyai pemahaman yang utuh yang selanjutnya bisa menjadi pejuang di jalan Allah. Kita harus pandai-pandai mengukur kapasitas diri kita, kemudian kala menetapkan satu target jangka pendek yang rasional tapi jangan sampai melunturkan mimpi besar jangka panjang kita, niscaya perubahan besar akan bisa kita wujudkan . Ingat perjalanan 1 km pasti akan dimulai dari langkah yang pertama. Langkah-langkah kecil yang konsisten itu tentu akan bisa melampaui jangankan perjalanan 1km, mengelilingi duniapun ia sanggup. Ketika engkau ingin bercita-cita mengubah Indonesia menjadi sebuah negara yang lebih baik dan bermartabat, peluh-peluh kerja kerasmu mengasah diri di tiap detik, walau tidak membawa pengaruh langsung kepada bangsa ini, tapi bila dilakukan dengan konsisten makan kelak kamu akan bisa berkontribusi dalam perubahan Indonesia itu sendiri. Bukan sebuah perubahan besarlah yang bernilai, tapi konsistensi untuk melakukan perubahanlah yang bernilai. Dan yang bisa membuat konsistensi itu tetap ada adalah api semangat dan keinginan kuat yang selalu membara. Salam juang wahai sahabatku
Kejadian asik dengan maba July 2, 2009
Posted by Big Zaman in : Uncategorized , comments closed Ahari terakhir di setengah tahun.. June 30, 2009
Posted by prastito in : Uncategorized , comments closedTo those who are fond to say that everything is possible June 29, 2009
Posted by Erik D.T. in : Uncategorized , comments closed AOnly two posts this month? June 28, 2009
Posted by gilang in : Uncategorized , comments closedSebuah Kekuatan Bernama Media June 28, 2009
Posted by Jay in : Uncategorized , comments closed
Media menurut KBBI memiliki defenisi yaitu alat atau saran komunikasi. Biasanya dapat berupa berbagai macam bentuk, dari yang cetak, elektronik, digital, dll. Media memang menjadi suatu komoditi yang terus berkembang dari waktu ke waktu, mulai dari surat kabar pertama kali dibuat di Amerika Serikat, dengan nama “Public Occurrenses Both Foreign and Domestick” di tahun 1690 sampai media komunikasi seperti email, mailing list, chating, dll yang banyak digandrungi saat ini. Tidak bisa dipungkiri saat ini media telah menjadi bagian tersendiri dalam hidup kita yang tak dapat dipisahkan. Tanpa media maka kita akan selalu tertinggal dalam hal informasi. Padahal saat ini kita hidup di jaman yang informasi bergerak sangat cepat. Ketinggalan informasi berarti ketinggalan peluang untuk mendapat kesempatan.
Media yang telah semakin kuat dan berpengaruh dalam hidup manusia disadari atau tak disadari telah memiliki suatu kuasa tersendiri dalam hidup kita, kuasa untuk membentuk opini publik. Tidak percaya? penulis akan paparkan beberapa contoh yang penulis dapat dari Bang Karni Ilyas sang direktur TV One yang berkunjung ke PPSDMS (Program Pembinaan SDM Strategis) Nurul Fikri dalam acara dialog tokoh pada Sabtu 27 juni 2009.
Dahulu waktu jamannya Soekarno berkuasa, ia merupakan orang yang pandai membentuk opini publik melalui media. Berbekal dengan kemampuan orasinya yang luar biasa ia menjadi sosok yang begitu diagungkan masyarakat. Padahal apa yang dibawakannya tidak seluruhnya sesuai dengan yang sebenarnya. Contoh lainnya yang menarik adalah saat naiknya pamor SBY ketika ia mundur dari jabatan mekopolkam pada tahun 2004 silam. Image SBY yang menempatkannya pada posisi yang terdzalimi sehingga mendapat simpati dari masyarakat luas. Simpati dari masyarakat itu yang kemudian membuatnya meraih posisi untuk menduduki kursi orang nomor satu di negara Indonesia ini.
Kemudian kasus terbaru yang sempat menjadi bahan perbincangan yang sangat seru terkait dengan kejadian penyiksaan Manohara oleh suaminya, Pangeran Tengku Muhammad Fakhry. Manohara yang kewarganegaraannya juga masih belum jelas apakah ia termasuk warganegara Indonesia atau bukan tapi berkat pemberitaan di media ditambah wajah jelitanya makin membuat berita tentangnya menyeruak bagai angin yang berhembus kencang. Jadilah opini masyarakat terbentuk untuk bersimpati kepada Manohara bahkan sampai banyak yang menghujat pemerintah Malaysia dalam kasus ini. Sekarang kita lihar pamor Manohara semakin menanjak, bahkan sekarang akan datang sebuah sinetron yang akan dibintangi olehnya.
Ada lagi kasus Prita dengan RS Omni yang banyak mendapat respon, terutama dari media internet karena Prita dianggap telah didzalimi oleh pihak RS Omni. Berbagai simpati dan dukungan datang dari banyak orang membuat kasus ini sempat mencuat ke permukaan. Keputusan hakim pengadilan untuk membebaskan Prita juga mungkin akibat dari pengaruh opini masyarakat yang ada yang telah terbentuk karena pemberitaan di media.
Kekuatan media yang luar biasa tersebut tentunya akan mengundang banyak kepentingan untuk menginterverensi media dan menggunakannya untuk kepentingannya semata. Banyaknya kepentingan yang ingin memanfaatkan media memang tidak bisa dihindari karena superioritas dari media itu sendiri. Media yang normalnya harus menjadi sebuah lembaga netral akan dipertanyakan kredibilitasya kala telah dimasuki oleh berbagai kepentingan. Media sebagai pembentuk opini masyarakat akan mengarahkan masyarakat pada opini yang salah bila sudah bersikap tidak netral lagi. Hal ini yang akan menimbulkan persoalan permasalahan persepsi atau cara pandang yang dapat menyebabkan kesesatan berpikir masyarakat kita.
Oleh karena itu media hendaknya selalu memagari dirinya dari berbagai kepentingan yang ingin mamanfaatkannya untuk kepentingan kelompok semata. Kita sebagai konsumen dari produk yang dihasilkan media juga seharusnya lebih selektif lagi dalam menyeleksi informasi yang masik, jangan sampai informasi yang kita terima kita jadikan sebagai platform berpikir kita secara mentah-mentah.
Kampanye Marketing 2.0 June 27, 2009
Posted by Jay in : Uncategorized , comments closed
Tanggal 2 juni sampai 4 Juli mungkin hidup kita akan selalu ditemani oleh kampanye para capres-cawapres dengan berbagai slogan dan janji-janjinya. Tapi ada satu hal yang perlu dicermati pada masa-masa kampanye, terutama masa kampanye capres-cawapres kali ini, hal itu adalah masalah dana kampanye. Sudah merupakan suatu rahasia umum bahwa setiap kampanye, maka akan terjadi aliran uang yang deras dari para calon untuk memasarkan diri dan menggelontorkan visi misinya. Dari laporan penerimaan dana kampanye yang disampaikan ke KPU jumlah anggaran dana yang akan dipersiapkan oleh para pasangan capres-cawapres adalah 20,3 Milyar untuk SBY-Boediono, 20,005 Milyar untuk Mega-Pro, dan 10,25 Milyar untuk JK-Win.. Dana kampanye itu dipakai untuk melakukan publikasi di berbagai media baik cetak maupun elektronik. Padahal ada satu lagi salah satu komponen komunikasi massal masyarakat yang saat ini sudah menjadi kekuatan komunikasi baru dan murah sehingga bisa menekan besarnya anggaran kampanye yang merupakan suatu pemborosan, komponen komunikasi itu adalah marketing melalui internet dengan paradigma marketing 2.0.
Marketing 2.0 sudah menjadi sarana marketing baru dalam dunia industri, perdagangan barang jasa, ataupun untuk promosi dan citra diri. Penggunaan internet sebagai sebuah sarana promosi yang berpengaruh muncul sejak era marketing 2.0. Era marketing 2.0 adalah era yang memfasilitasi komunikasi horizontal antarpengguna internet secara interaktif, sharing informasi, pengetahuan, dan kekuatan market dari seorang pengguna internet sebagai bagian suatu komunitas dunia maya. Ide dari marketing 2.0 adalah dengan menggunakan kekuatan dari internet untuk mempengaruhi orang dengan melibatkanya dalam pertukaran dan sharing informasi di dunia internet. Di dalam internet saat ini, kita bebas mengeluarkan pikiran, opini, komentar, dan informasi. Informasi-informasi itu kemudian bisa dimanfaatkan oleh para marketer untuk menimbulkan citra dari produknya yang bisa membangun opini publik. Beberapa contoh marketing 2.0 di dunia internet adalah penggunaan facebook, friendster, youtube, wikipedia, dan komunitas blogger.
Marketing 2.0 merupakan strategi marketing baru yang efektif dan murah. Kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, cukup menjadi bagian dari komunitas pengguna internet dan menyebarkan informasi yang ingin kita promosikan. Efektivitas dari marketing 2.0 dapat kita lihat dari strategi kampanye Barack Obama yang menggunakan social network bernama facebook sebagai salah satu cara menggalang massa, ia juga membuat situs my.BarackObama.com sebagai pusat komunitas pendukungnya dan memasang video kampanye dan clip video “Yes We Can” yang inspirasional. Alhasil bisa kita lihat bagaimana supremasinya dalam proses pemilihan umum di Amerika Serikat, mungkin strategi tim sukses SBY membuat situs sbypresidenku.com terinspirasi dari strategi kampanye Barack Obama. Kita juga lihat betapa besar pengaruh media yang satu dari semakin maraknya kasus Prita Mulyasari yang memperoleh banyak dukungan dan simpati dari para pengguna internet atas kasusnya dengan Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera. Dua hal itu merupakan contoh bagaimana internet sudah menjadi media penting dalam proses pembentukan opini masyarakat.
Penerapan jurus marketing 2.0 potensial sekali untuk diterapkan di Indonesia mengingat pengguna internet di negeri ini mencapai 25 juta pada tahun 2008 dan jumlah ini membuat Indonesia menjadi negeri dengan pengguna internet terbanyak di asia. Bila para capres dan cawapres kita berhasil menggalang dukungan dari kalangan pengguna internet ini, maka akan dapat memberikan pengaruh besar terhadap pendapatan suara mereka. Selain itu anggaran untuk kampanye yang mencapai puluhan milyar dapat dihemat untuk kepentingan rakyat. Jadi, tampaknya dengan semakin majunya dunia internet dan semakin lekatnya manusia dengan hal satu ini, jurus marketing 2.0 akan menjadi jurus wajib bagi orang-orang yang ingin memasarkan produk atau dirinya.
Road to Yogya: Sisi Lain Jalur Pantura June 27, 2009
Posted by Jay in : Uncategorized , comments closed
Jalur pantura merupakan salah satu jalur penting dalam transportasi darat di pulau jawa ini. Hampir setiap distribusi barang atau orang di dalam transportasi yang menghubungkan kota-kota di pulau jawa ini menggunakan jalur yang satu ini. Jalur yang memiliki panjang sepanjang 1.316 km ini memang merupakan pusat pergerakan kendaraan mulai dari ujung kota pulau jawa sampai ujung kota lainnya. Tidak heran bila tiap tahunnya apalagi menjelang padatnya arus mudik, pemerintah dan para petugas pengatur lalu lintas lebih banyak memusatkan perhatian pada jalur yang satu ini agar pergerakan dan arus mudik tersebut dapat berjalan dengan lancar.
Perjalanan saya menuju kota kelahiran ibu saya, Yogyakarta, juga tak lepas dari jalur yang telah dibangun sejak puluhan tahun ini. Kendaraan atau dalam hal ini bus damri yang saya dan ibu saya naiki memang memiliki rute untuk melewati jalur pantura ini. Tapi bukan hal itu yang ingin saya ceritakan, yang saya ceritakan adalah sisi lain dari jalur pantura ini. Tahukan sahabat sekalian rata-rata usaha yang ada di sepanjang jalur pantura ini tidak mati dimakan waktu atau tetap buka siang dan malam. Ah itu sih biasa, iya itu memang biasa untuk kategori jalur yang selalu padat siang dan malam ini, tapi yang menarik adalah tempat-tempat transit atau istirahat di sepanjang jalan pantura ini tidak hanya merupakan tempat makan atau tempat buang air saja, tapi ada suatu area di salah satu bagian jalur pantura yang dijamuri oleh banyak tempat karaoke-an.
Tempat karaouke-an memang merupakan plank atau merek yang dipasang di depan tempat usahanya, tapi selain memajang papan nama atau papan merk yang menarik mereka juga memajang wanita yang menarik plus pakaian minim di depan tempat usaha mereka. Satu rumah karaouke yang ada beberapa wanita berpakaian seksi saja sudah langsung menimbulkan dugaan yang aneh-aneh bagaimana kalau tidak hanya satu, tapi mencapai puluhan dan tempatnya saling berdekatan dan ada yang saling bersebelahan satu sama lain. Untuk orang yang melihatnya pasti akan langsung terbayang bahwa tempat itu adalah kompleksnya tempat mencari wanita hiburan (entah hiburan untuk teman karaoke atau lainnya). Hal inilah yang membuat saja resah bukan kepayang ketika melewati area itu karena bila tempat seperti ini dibiarkan maka pasti banyak sopir2, baik sopir angkot, truk, ataupun kendaraan pribadi yang tertarik pada pelayanan ini. Ini memberikan kesempatan sangaat luas kepada kemaksiatan untuk merajalela. Bisa kita bayangkan jika penyakit menular seksual tertular kepada para pria yang suka jajan tersebut, maka mereka akan menularkannya pada istrinya atau mungkin anaknya, nauzubillahmindzalik.
Seperti kita tahu niat untuk membuat suatu kemaksiatan tidak hanya datang dari dalam pribadi tapi sebagian besar datang dari lingkungan pergaulan. Dengan adanya tempat yang memfasilitasi orang untuk bermaksiat maka kemungkina terjadinya maksiat itu akan semakib besar. Apalagi jika dilihat dari jumlahnya sepertinya bisnis karaokean tersebut banyak pelanggannya sehingga dianggap menjanjikan dan kian berkembang. Kemarin saat melihat itu di dalam bis yang saya tumpangi saya hanya bisa mencegah kemungkaran itu dengan tingkatan yang paling rendah, yaitu menolak dengan hati. Berharap dalam hati semoga pihak aparat keamanan bertindak tegas terhadap para pemilik rumah karaoke tersebut. Atau yang paling minimal adalah di bulan suci ramadhan nanti rumah-rumah karaokean itu bisa tutup termasuk pada malam hari.